Beranda Sumsel Sehat Swamedikasi Orang Tua pada Penanganan Demam Anak

Swamedikasi Orang Tua pada Penanganan Demam Anak

505
Ilustrasi : Freepik

Sumsel24.com – Demam merupakan respon tubuh terhadap rangsangan yang datang dari luar atau dalam. Salah satunya adalah infeksi.

Infeksi bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. Demam menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang bekerja untuk memerangi infeksi.

Tingginya demam tidak selalu menandakan beratnya penyakit, pada sebagian besar anak, demam dapat diobservasi di rumah.

Suhu normal anak adalah 36,5 – 37,5° C, dan dapat dianggap mengalami demam ketika suhunya meningkat sampai lebih dari atau sama dengan 38°C (suhu aksila/ketiak).

Dokter Hafsha Rizki Yuliani Mkes menyampaikan beberapa cara untuk penanganan demam anak, diantaranya adalah:

1. Pemberian Antipiretik (Parasetamol, Ibuprofen)

Orang tua yang memiliki anak demam akan timbul berbagai macam perilaku dan usaha sehingga muncul respon orang tua diantaranya, Orang tua sering melakukan tindakan pengobatan sendiri atau “swamedikasi” dengan memberikan obat penurun panas.

Baca Juga :  Wajib Tahu, Ini Cara Mencegah Penularan Selesma

Dasar hukum swamedikasi adalah peraturan Menteri Kesehatan No. 919 Menkes/Per/X/1993.

Swamedikasi merupakan salah satu upaya yang sering dilakukan oleh seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit yang sedang dideritanya tanpa terlebih dahulu melakukan konsultasi kepada dokter.

Walaupun banyak orang tua memberikan obat penurun panas, perlu ditekankan bahwa tujuan utama obat tersebut adalah membuat anak merasa nyaman, bukan mempertahankan suhu yang normal.

2. Kompres Hangat (Tepid Sponging)

Penggunaan kompres air hangat dilipat ketiak dan lipat selangkangan (inguinal) selama 10-15 menit akan membantu menurunkan panas dengan cara panas keluar lewat pori-pori kulit melalui proses penguapan.

Jika suhu tubuh meningkat lebih dari 40 derajat Celsius, yang tidak respon obat penurun panas, maka penting untuk memberikan obat penurun panas terlebih dahulu untuk menurunkan pusat pengatur suhu di susunan saraf otak bagian hipotalamus, kemudian dilanjutkan kompres air hangat.

Baca Juga :  Segera Bawa Anak ke Dokter, Saat Temui Tanda Bahaya Ini

Kompres dingin tidak direkomendasikan untuk mengatasi demam karena dapat meningkatkan pusat pengatur suhu (set point) hipotalamus, mengakibatkan badan menggigil sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh.

Kompres dingin mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), yang meningkatkan suhu tubuh.

3. Pemberian minum lebih banyak dari biasanya

Ketika demam terjadi, cairan tubuh akan lebih cepat menguap, sehingga meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi.

Maka dari itu, hal penting yang harus dilakukan pertama kali saat mengatasi demam tinggi pada anak adalah mencukupi kebutuhan cairannya. Pastikan anak minum air putih yang cukup, supaya tubuhnya tetap terhidrasi.

4. Menggunakan pakaian tipis pada anak

Penggunaan baju yang tebal atau membedong pada udara yang panas dapat meningkatkan suhu tubuh di atas normal.

Penulis : dr. hafsha Rizki Yuliani M.Kes
Editor : Aldyo Wijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here