Beranda Hukum dan Kriminal Polres Banyuasin Tembak Buron Pembunuh Balita Anak Tiri-Begal Wanita

Polres Banyuasin Tembak Buron Pembunuh Balita Anak Tiri-Begal Wanita

195
Joni pembunuhan anak tiri-begal sadis ketika dihadirkan saat Konpers di Polres Banyuasin. (Foto. Prima)

Sumsel24.com Palembang – Polres Banyuasin menangkap pria bernama Joni Irawan (29) seorang buron kasus pembunuhan sadis terhadap anak tiri balita inisiaf DF (3) di Palembang Sumatera Selatan. DF tewas usai dipukul pakai baskom, di injak, tangan dipatahkan hingga ditenggelamkan di sungai oleh ayah tirinya itu.

“Pria pembunuh anak tirinya di Palembang yang masih balita dengan memukul pakai baskom pada Juli 2021 lalu itu, sudah kita tangkap. Dia kita tembak karena melawan saat akan ditangkap,” ucap Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Ikang Ade, kepada detikcom, Rabu (24/11/2021).

“Korban DF meninggal dunia usai di aniaya oleh ayah tirinya, Joni, dengan cara di pukul menggunakan baskom, di injak menggunakan kaki, ditarik tangannya hingga patah serta di rendam atau celupkan di dalam sungai,” katanya.

Baca Juga :  Tersangka Daur Ulang Alat Tes Antigen, Manager Kimia Farma Bangun Rumah Mewah di Sumsel

Ikang menjelaskan, Joni yang buron dalam kasus pembunuhan itu ditangkap Satreskrim Polres Banyuasin dalam kasus begal atau pencurian dengan kekerasan (curas). Aksi begal itu, kata dia, dilakukan Joni, beberapa waktu lalu, di Jalan Tanjung Api-api, Desa Marga Sungsang, Banyuasin dengan korban seorang wanita.

“Tersangka ini DPO kita kasus begal terhadap korban seorang wanita. Korbannya diancam dengan sajam ditempelkan di leher, motor dan hp korban di bawa kabur tersangka saat kejadian itu,” kata Ikang.

Dari laporan korban, polisi melakukan penyelidikan. Selasa ( 23/11), polisi mendapat informasi ternyata tersangka juha merupakan DPO Polrestabes Palembang dalam kasus pembunuhan anak tirinya sendiri yang masih balita.

Baca Juga :  Tertibkan Parkir Liar, Tim Hunter Palembang Angkut Puluhan Jukir

“Dari informasi tersebut kita melakukan penyelidikan, setelah mengendus keberadaan tersangka yang tengah bersembunyi kemudian dilakukan penangkapan. Namun saat akan ditangkap kemarin (23/11), tersangka ini melawan anggota kita dan terpaksa diberikan tindakan tegas terukur di bagian kakinya,” ungkap Ikang.

Selain menangkap tersangka, sambungnya, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti yakni 1 unit motor dan 1 unit ponsel. Tersangka mengakui semua perbuatannya telah melakukan pembunuhan dan pencurian tersebut.

“Barang bukti motor dan hp juga kita sita dalam penangkapan itu. Tersangka yang mengakui semua perbuatannya kini kita tahan dan dijerat Pasal berlapis tentan tindakan pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan,” jelas Ikang.(prm)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here