Beranda Hukum dan Kriminal Pedofil Puluhan Tahun, Pria di Prabumulih Ditembak Karena Melawan

Pedofil Puluhan Tahun, Pria di Prabumulih Ditembak Karena Melawan

768
Foto : Ilustrasi

Sumsel24.com Prabumulih – Seorang pria diduga pedofilia bernama Rusdiono (44) kasus pencabulan anak di bawah umur ditembak polisi. Ia ditembak karena melawan saat ditangkap di OKU Selatan, Sumatera Selatan, ia diduga telah melakukan aksi sodomi sesama jenis lebih kurang 35 kali kurun waktu puluhan tahun.

Informasi yang dihimpun, pria yang diduga pedofilia itu berprofesi sebagai petani warga Prabumulih. Ia diamankan Polisi di tempat persembunyiannya di kebun kopi, daerah Talang Pondok perbatasan OKU Selatan, Sumsel dan Lampung, beberapa waktu lalu.

“Benar kita mengamankan seorang pria berusia 44 tahun diduga pedofil kasus pencabulan anak dibawah umur sesama jenis. Pelaku kita tangkap di perbatasan Sumsel-Lampung tepatnya di kawasan kebun kopi, desa Talang Pondok” kata Wakapolres Prabumulih, Kompol Mario Invanry ketika dikonfirmasi Sumsel24.com, Selasa (11/5/20201).

Baca Juga :  Meski Tes Urine Positif Narkoba Oknum Kades di Pali Dipulangkan, ini penjelasan Polda Sumsel

Pelaku ini, kata dia, ketika di introgasi mengaku sudah puluhan kali melakukan perbuatan tak senonoh tersebut sejak tahun 2021 hingga akhirnya dia ditangkap.

“Tersangka mengakui telah 35 kali melakukan perbuatan tersebut mengincar korban berusia belasan tahun. Sejak tahun 1992 hingga 2021,” katanya.

Dia melakukan hal itu, diduga berawal karena tersangka dahulunya juga pernah menjadi korban sodomi saat dia berusia tujuh tahun atau sekitar tahun 1984. Modus tersangka mengajak korbannya menonton film porno terlebih dahulu barulah melancarkan aksinya

“Tersangka mengaku termotivasi melakukan aksi itu karena sebelumnya ia juga pernah menjadi korban sodomi ketika ia masih berusia 7 tahun. Ia melancarkan aksinya dengan modus mengajak korban nonton film porno, kemudian korban diraba-raba dan dicabul. Semua korban kita identifikasi merupakan warga Prabumulih,” terangnya.

Baca Juga :  Niat Nagih Utang, Sri Mala Kena Hajar Istri Pemilik Utang

Saat ditangkap, imbuhnya, tersangka mencoba melawan petugas sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas terukur di bagian kaki. Akibat perbuatannya tersangka kini ditahan di Mapolres guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Tersangka terpaksa kita tindak tegas-terukur di bagian kaki karena melawan saat akan ditangkap anggota kita. Tersangka kini ditahan dan dijerat Pasa 82 UU RI Nomor 16 tahun 2016 tentang perubahan kedua perlindungan anak, Pasal 82 dan pasal 81 undang-undang nomor 7 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara, maksimal hukuman kebiri,” jelasnya. (prm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here