Beranda Hukum dan Kriminal Pantau Posko di OKI, Kapolda: Bukan Kaleng-kaleng

Pantau Posko di OKI, Kapolda: Bukan Kaleng-kaleng

292
Kapolda Sumsel ssat monitoring Pospam,Posyan dan Pos Penyekatan Polres OKI.(Foto : Humas Polda Sumsel)

Sumsel24.com KAYUAGUNG– Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri didampingi PJU Polda Sumsel mengapresiasi kesiapan pos pam lebaran dan pusat karantina Covid-19 di wilayah Ogan Komering Ilir disaksikan Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy,

“Ini bukan kaleng-kaleng, mestinya setiap daerah menyiapkan tempat yang layak seperti di OKI. Saya apresiasi Bupati dan Forkopimdanya,” ujar Kapolda Indra Heri saat meninjau pusat karantina Covid-19 Teluk Gelam dan melakukan pengecekan pos pengamanan lebaran 1442 H di Ogan Komering Ilir, Kamis, (6/5/2021).

Pada kesempatan tersebut Kapolda meninjau secara langsung pos pengamanan mudik lebaran 2021 di Gerbang Tol Kayuagung, Pos Pam Celikah yang merupakan pintu masuk wilayah Ogan Komering Ilir serta mengunjungi pusat karantina ODP Center Teluk Gelam.

Baca Juga :  Polda Sumsel Buka Data, 11 Siswa Sekolah Pembentukan Perwira Positif Corona

Kapolda mengingatkan kepada jajaran Pemkab OKI untuk menjaga zona penularan Covid-19 di Wilayah ini.

“OKI level penularan Covid-19 masih terkendali atau berada pada zona kuning, daerah yang patut dijaga sama-sama dan pantas diberi reward,” ujar Kapolda.

Ditanya soal masyarakat yang nekat melakukan mudik, Kapolda menegaskan jajarannya tidak segan akan memutar balikkan.

“Larangan mudik lebaran ini merupakan instruksi langsung dari Bapak Presiden, untuk itu bagi masyarakat yang tetap nekat melakukan mudik akan kita putar balikkan. Kecuali kendaraan khusus seperti kendaraan pengangkut BBM, pengangkut Logistik, Ambulance dan kendaraan untuk perjalanan dinas tetapi untuk perjalanan dinas harus membawa surat tugas yang di tandatangani oleh pejabat minimal Eselon Dua serta surat bebas covid-19,” tegas Kapolda.

Baca Juga :  Besuk Polisi Lantas Ditusuk, Kapolda Sumsel: Luka Tusuk Leher-Bahu

Terkait karantina bagi warga yang nekat mudik merupakan ketentuan yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Dalam edaran itu karantina wajib bagi pemudik yang nekat dilakukan oleh gugus tugas Covid-19 di daerah.

“Aturannya memang seperti itu bahwa ada kewajiban melakukan isolasi 5 hari (bagi pemudik yang nekat),” tutupnya.

Terpisah Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi,pihaknya sudah melakukan penyekatan dengan melibatkan 4.900.personil “keseluruhan sebanyak 4.900.personil “tukas Supriadi.(prm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here