Beranda Headline Oknum Guru di Musi Rawas Diciduk, Perkosa 13 Siswi Modus Obati Gangguan...

Oknum Guru di Musi Rawas Diciduk, Perkosa 13 Siswi Modus Obati Gangguan Roh

172
Ilustrasi

Sumsel24.com Musi – Seorang oknum pengajar di sekolah swasta berinisial IM (48), di Musi Rawas, Sumatera Selatan, ditangkap polisi kasus pemerkosaan. Dia ditangkap diduga  karena memperkosa belasan siswinya dengan modus mengobati dari gangguan makhluk halus.

“Iya benar, tersangka persetubuhan anak dibawah umur yang merupakan seorang oknum pengajar di sekolah swasta sudah kita amankan,” kata Kasat Reskrim Polres Musi Rawas dikonfirmasi Sumsel, Senin (22/11/2021).

Penangkapan terhadap tersangka ini, kata dia, berdasarkan laporan orang tua korban beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, saat ini baru ada 5 korban yang melapor, 8 terduga korban lainnya belum melapor.

Baca Juga :  Ditreskrimum Polda Sumsel Beberkan 73 Kasus 3C, Curat 63 kasus

“Jadi, dari hasil penyelidikan, hingga saat ini diduga ada 13 anak yang jadi korban pencabulan tersangka IM ini. Lima orang sudah melapor, delapannya lagi belum melapor,” katanya

Menurut Dedi, kasus ini bermula dari adanya laporan dari 3 orang orang tua korban yang mengaku anaknya sudah dicabuli oleh tersangka, pada Selasa (16/11) lalu. Aksi itu dilakukan IM dengan modus merayu hendak memberikan pengobatan terhadap korban.

“Dari keterangan saksi dan korban, tersangka ini dalam melancarkan aksinya seolah hendak mengobati korban yang dirasuki makhluk halus, diawali dengan tersangka ini minta dikerok dan dipijit kepada korban,” katanya.

Baca Juga :  Di Belakang Musholla, BS Gadis Mungil Berusia 6 Tahun Disetubuhi Tetangga Sendiri

Oleh tersangka, kata dia, korban kemudian dibawa ke dalam kamar untuk dilakukan ritual pengobatan dengan mengoleskan minyak di wajah serta sebilah keris yang ditempelkan di leher korban. Saat itulah tersangka melakukan aksi bejatnya terhadap para korban yang rata-rata berusia 14-15 tahun.

“Dari informasi itu, kita melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka IM di kediamannya tanpa perlawanan kemarin (21/11). Korban semuanya masih di bawah usia antara 14-15 tahun. Kita juga masih menunggu laporan dari korban lainnya. Akibat perbuatannya, tersangka kita jerat tentang tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur,” jelas Kasat.(prm)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here