Beranda Hukum dan Kriminal Nyawa Terancam Ditebas Parang, Petani di Muba Tak Berani Pulang ke Rumah

Nyawa Terancam Ditebas Parang, Petani di Muba Tak Berani Pulang ke Rumah

721
Ilustrasi ancaman pembacokan.(ist)

Sumsel24.com Muba – Seorang petani berinisial SR di Babat Toman, Musi Banyuasin, diduga menjadi korban pengancaman dengan sebilah parang.

Hal itu, diduga dipicu masalah hewan peliharaan terduga pelaku yang mati karena keracunan. Kejadian itu membuat SR syok hingga tak berani pulang ke rumah karena merasa nyawanya terancam.

“Pelaku AR ini awalnya nuduh saya yang meracuni anjing miliknya yang mati keracunan. Padahal saat anjing tersebut mati, saya sedang berada di rumah mertua saya di Desa Rantau Keroya, Kecamatan Lais, Muba mengurusi anak saya yang sedang sakit,” ujar SR saat ditemui Sumsel24.com, Jumat (14/5/2021).

Kabar hewan peliharaan pelaku mati keracunan diperoleh, kata dia, saat ia kembali pulang kerumahnya beberapa hari yang lalu di Desa Srimulyo, Sungai Angit, Babat Toman dan mendapati semua tanaman yang menjadi mata pencariannya ludes di potong-potong terlapor.

“Saya dapat informasi dari tetangga kalau AR yang memotong-motong tanaman saya. Terlapor ini menuduh saya yang meracuni anjingnya, padahal bukan saya. Saya sakit hati di fitnah tanpa ada bukti,” ucapnya.

Baca Juga :  Coba Mencuri di Counter HP, Syainuddin Nyaris Tewas Diamuk Massa

Karena SR tidak terima dituduh dan kebingungan kehilangan mata pencarian, kemudian sekitar pukul 12.00 Wib di hari yang sama SR mendatangi rumah pelaku AR untuk membahas duduk permasalahannya.

“Saya datang ke rumah AR seperti biasa, mengucapkan salam dengan sopan. Namun tiba-tiba AR langsung memaki saya dengan kata-kata yang tidak pantas, setelahnya AR langsung masuk ke dalaman rumahnya, mengambil parang dan mengancam akan menebas saya, mengejar saya hingga kejalan,” ujarnya.

Saat di tepi jalan, lanjutnya, SR hanya diam dan tidak melakukan melawan. Kejadian itu, kata dia, juga disaksikan beberapa orang termasuk istri pelaku. Beruntung ramai warga yang melihat, AR pun tak sempat mengayunkan parangnya ke SR.

“Istri pelaku berusaha menghalangi pelaku yang hendak menebas saya dengan parang. Saya kemudian kabur ke kampung mertua saya untuk menyelamatkan diri. Saya benar-benar syok atas kejadian itu. Saya tidak berani pulang ke rumah karena nyawa saya terancam, saya bisa mati kalau nekat pulang sebelum lapor polisi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diskominfo Palembang Siapkan Wadah Informasi Terpadu dalam Satu Website

Atas kejadian ini, SR berencana akan melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke Polres Muba. SR berharap pelaku bisa di tindak seadil-adilnya, dan ia bisa kembali pulang ke rumahnya tanpa harus was-was akan ancaman ditebas oleh pelaku.

“Rencananya besok saya mau buat laporan polisi. Saya masih syok dan takut pulang ke rumah, mana minggu depan anak saya yang duduk di bangku kelas 4 SD mau ujian. Saya bingung, saya harap polisi dapat bertindak cepat,” imbuhnya.

Kapolres Muba, AKBP Erlin Tangjaya mengatakan apabila terduga pelaku terbukti bersalah akan di kenakan dengan undang-undang darurat penggunaan atau kepemilikan senjata tajam yang tidak pada tempatnya.

“Kita arahkan korban untuk membuat laporan polisi. Terduga pelaku bisa di jerat Undang-undang darurat dan akan kita usut tuntas kasus ini,” tegas Kapolres.(prm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here