BerandaHeadlineMembangun Komunikasi Pemasaran Pariwisata di Tengah Pandemi COVID-19

Membangun Komunikasi Pemasaran Pariwisata di Tengah Pandemi COVID-19

70
Foto : Ist

Sumsel24.com, SUMUT – Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik kembali menyelenggarakan workshop Generasi Positif Thinking (Genposting) tentang Strategi Promosi Pariwisata Danau Toba dalam mendukung peningkatan Perekonomian Nasional di Masa Covid-19 sebagai perwujudan upaya pemerintah untuk kembali membangkitkan pariwisata dan ekonomi.

Workshop kali ini mengambil tema “Pariwisata dan Tantangan Komunikasi Pemasaran di Tengah Covid-19”, dilaksanakan secara hybrid melalui tatap muka dan webinar pada hari Kamis (18/2), bertempat di Labersa Convention Kabupaten Toba dan video conference melalui aplikasi zoom.

Pada webinar kali ini Prof. Dr. Widodo Muktiyo, selaku Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemenkominfo kembali bertindak sebagai keynote speaker dan membuka sesi webinar.

Dalam sambutannya Widodo mengatakan Pemerintah berkomitmen dan menjadi prioritas untuk menyediakan sarana dan prasarana yang bersih, sehat, aman dan nyaman agar masyarakat bisa menikmati obyek-obyek pariwisata di Indonesia.

“Ini menjadi hiburan buat masyarakat yang selama ini harus menjaga protokol kesehatan dan kalau bepergian pun harus tetap mengedepankan protokol kesehatan”, ujar beliau mengingatkan.

Selain Widodo Muktiyo, hadir juga sebagai pembicara, Septriana Tangkary, SE, MM, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemkominfo yang memberikan paparan mengenai peran pemerintah dalam memajukan kembali pariwisata di Danau Toba terutama di masa pandemi.

Baca Juga :  Begal Sadis Yang Menewaskan Korbannya, Ditembak Anggota Polres Muara Enim

Juga turut hadir Odo RM Manuhutu, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang menyampaikan bahwa perbaikan pada komponen tersebut mulai dilakukan pemerintah sejak tahun 2020 melalui program PEN, sehingga dapat terlaksana pada 2021 hingga 2023 sehingga kemudahan akses dapat terwujud. Terkait destinasi pariwisata, Odo RM Manuhutu menyampaikan bahwa kekuatan dari pariwisata Danau Toba adalah lingkungan hidup, kebudayaan, dan Sumber Daya Manusia.

Oleh karena itu, beliau pun turut mengajak masyarakat Toba untuk berhati-hati dalam mengelola lingkungan dan senantiasa meningkatkan sumber daya manusia dengan hospitality. Hal ini diharapkan dapat menunjukkan kesiapan Danau Toba dalam menyambut wisatawan.

Pembicara berikutnya adalah F. Agus KaroKaro, S.Th, MM., Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba, Agus menjelaskan mengenai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah guna membangkitkan kembali pariwisata di daerah Toba Samosir, salah satunya adalah dengan menjalankan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment) dan menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan tetap mempertahankan kearifan budaya lokal suku Batak Toba.

“Adaptasi kebiasaan baru bukan merubah tradisi dan budaya, tetapi kita akan melestarikan tradisi dan budaya itu dengan pola hidup bersih dan sehat”, demikian Agus menuturkan.

Baca Juga :  SCW Demo, Minta Polisi Tindak Lanjuti Laporan Penyerebotan Tanah Warga Mekar Sari

DR. Rulli Nasrullah, M.Si, seorang Pakar Media Sosial, yang menjadi pembicara berikutnya mengatakan bahwa media sosial memberikan peluang bagi kreativitas dan pengguna yang bermanfaat bagi industri pariwisata, “Saling interaksi yang dilakukan oleh netizen di media sosial menjadikan promosi wisata menjadi lebih efektif”.

Sebagai pembicara terakhir adalah Fit Hartoyo, selaku Humas Genpi Sumatera Utara yang menjelaskan peran Generasi Pesona Indonesia (Genpi) dalam meningkatkan dan mempromosikan pariwisata terutama untuk wisata di daerah Toba Samosir.

“Genpi bukan komunitas biasa, kini berada dalam empat unsur Pentahelix pariwisata Indonesia, yaitu akademisi, pelaku bisnis, komunitas dan media”, tutur pria yang lebih akrab dengan nama panggilan Fitato itu.

Dengan diselenggarakannya webinar ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Pariwisata di Danau Toba dan mengunjungi sekaligus mematuhi protokol Kesehatan di tempat wisata.

Webinar yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini dihadiri sebanyak 300 peserta dari berbagai profesi dan disiarkan langsung serta ditonton ulang di kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo.

Menutup acara, Rulli Nasrullah dan Fit Hartoyo mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk turut menyuarakan potensi pariwisata Indonesia, khususnya Danau Toba, dan membagikan cerita di media sosial sehingga nantinya dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.(ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here