Beranda Berita Korupsi Masjid Sriwijaya, Kejati Sumsel Kembali Panggil Anggota Dewan

Korupsi Masjid Sriwijaya, Kejati Sumsel Kembali Panggil Anggota Dewan

105
Kasipenkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat memberikan keterangan kepada awak media. Foto Prima

Sumsel24.com Palembang – Kejati Sumsel kembali memanggil sejumlah anggota DPRD Sumsel periode 2014 -2019. Pemanggilan wakil rakyat itu guna dimintai keterangan sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan enam tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya.

Adapun anggota DPRD Sumsel yang dipanggil antara lain Muhammad F Ridho yang periode sebelumnya menjabat Ketua Komisi III DPRD Sumsel sedangkan periode ini menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Chairul S Matdiah yang periode sebelumnya sebagai wakil ketua DPRD Sumsel dan saat ini sebagai anggota Komisi I DPRD Sumsel. Selain itu, Kejati Sumsel juga memanggil mantan anggota DPRD Sumsel, Agus Sutikno yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Sumsel.

Pemanggilan terhadap sejumlah anggota dan mantan anggota DPRD Sumsel itu pun dibenarkan oleh Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH. Dikatakannya, pemeriksaan saksi tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya yang dibangun menggunakan dana hibah tahun 2016 dan tahun 2017 sebesar Rp 130 miliar.

Baca Juga :  Hati-hati Modus Baru, Tinggalkan Motor Butut dan Pinjam Motor N-Max Kemudian Menghilang

“Saksi tersebut diperiksa di ruang penyidik di lantai enam Gedung Kejati Sumsel. Dalam pemeriksaan, saksi diajukan 32 pertanyaan,” tegas Khaidirman.

Dijelaskan Khaidirman, dalam pemeriksaan tersebut, MF Ridho dicecar 32 pertanyaan oleh Jaksa Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati Sumsel.

“Saksi diperiksa karena saat dugaan kasus ini terjadi merupakan Ketua Komisi 3 DPRD Sumsel,” ungkapnya.

Dilanjukannya, pada pemeriksaan tersebut saksi juga diperiksa untuk enam tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Kejati Sumsel.

Adapun enam tersangka tersebut, yakni; Alex Noerdin (mantan Gubernur Sumsel), Mudai Madang (mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya), Laonma PL Tobing (mantan Kepala BPKAD Sumsel), Akhmad Najib (mantan Asisten Kesra Pemprov Sumsel yang juga Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya), Agustinus Antoni (Kabid Anggaran BPKAD yang juga Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah Sumsel) dan Loka Sangganegara (Tim Leader Pengawas PT Indah Karya).

“Jadi saksi diperiksa untuk keenam tersangka tersebut,” kata Khaidirman.

Diungkapkan Khaidirman, dari sejumlah anghota dan mantan anggota DPRD Sumsel yang dipanggil, ada yang tidak dapat memenuhi panggilan Kejati Sumsel yakni Chairul S Matdiah dan Agus Sutikno.

Baca Juga :  Polda Sumsel Gelar Pemusnahan 1,8 Kg Sabu dan 350 Butir Ekstasi

Khaidirman SH MH, mengungkap, ketidakhadiran Agus Sutikno sebagai saksi dengan tidak memberikan keterangan.

“Jadi saksi tidak hadir tanpa ada informasi,” katanya.

Dilanjutkannya, dengan tidak hadirnya saksi tersebut tentunya akan dilakukan pemanggilan ulang.

“Segera kita lakukan pemanggilan ulang kepada saksi,” pungkasnya.

Sedangkan alasan HM Chairul S Matdiah tidak menghadiri panggilan Kejati Sumsel untuk diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang itu dikarenakan sakit dan sedang menjalani perawatan.

“Saksi tidak hadir memenuhi panggilan Kejati Sumsel, karena sedang sakit dan diopname,” ungkapnya

Menurutnya, dikarenakan saksi tidak hadir disebabkan sakit maka ke depan pemanggilan kepada saksi akan dilakukan jika kondisi saksi telah sehat.

“Jadi kita tunggu saksi sehat baru nanti dilakukan pemanggilan kembali,” katanya.

Dilanjutkannya, saksi tersebut dipanggil guna dimintai keterangan sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan enam tersangka.

“Pada perkara ini ada enam tersangka yang masih tahap penyidikan. Oleh karena itulah saksi dipanggil guna diambil keterangannya,” pungkasnya.

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here