Beranda Headline Kerap Dihina, Kakak Adik di Muara Enim Habisi Nyawa Korban dengan Sadis

Kerap Dihina, Kakak Adik di Muara Enim Habisi Nyawa Korban dengan Sadis

241
Konpers kasus pembunuhan sadis yang direncanakan, tersangka kakak-beradik di Sumsel. (Dok. Istimewa)

Sumsel24.com Palembang – Polisi menangkap kakak beradik, inisial H (40) dan S (42) di Muara Enim, Sumatera Selatan kasus pembunuhan berencana. Pembunuhan sadis yang di rencanakan 1 bulan itu dipicu adanya dendam 10 tahun lalu, karena kedua pelaku kerap dihina dan dicaci-maki korban.

“Iya, kedua pelaku pembunuhan berencana yang kita tangkap merupakan kakak-beradik kandung yang dilatar belakangi adanya dendam selama 10 tahun,” kata Kasatreskrim Polres Muaraenim, AKP Widhi Andika Darma, ketika dimintai konfirmasi Sumsel24, Rabu (24/11/2021).

Widhi menjelaskan, pembunuhan sadis itu sudah direncanakan selama 1 bulan, dilakukan kedua pelaku pada Minggu (21/11) siang di salah satu kebun milik korban di kawasan Tanjung Agung, Muaraenim. Korban inisial S (60), tewas di lokasi kejadian akibat dibacok golok di lehernya dan ditembak di punggung dengan senjata api rakitan.

Baca Juga :  Hoaks Denda Masker di Palembang Setor ke Pikobar

“Pembunuhan sadis itu terjadi karena sudah di rencanakan oleh keduanya sejak 1 bulan lamanya, korban tewas dengan luka bacok di leher dan luka tembak di punggung di lokasi kejadian,” kata Widhi.

Dari informasi tersebut, kata dia, pihaknya melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Polisi menangkap pelaku pada Senin (22/11) sore ditempat persembunyiannya. Saat akan ditangkap, keduanya mencoba melawan petugas dengan mengibaskan golok.

“Berdasarkan penyelidikan kita menangkap tersangka. Tersangka sempat melawan anggota dengan mengibaskan golok. Dari tersangka, kita juga mengamankan barang bukti berupa 2 pucuk senpira (senjata api rakitan) jenis kecepek, dan sebilah golok,” katanya.

Saat diinterogasi, sambungnya, kedua tersangka mengakui peristiwa itu dilakukan atas dasar dendam 10 tahun lalu. Menurutnya, aksi nekat itu sengaja dilakukan tersangka diduga karena sakit hati, dia dan keluarganya kerap dihina korban. Kedua tersangka tidak menyesali telah membunuh korban.

Baca Juga :  Usai Liburan di Sumbar, 4 Gadis Palembang Pulang ke Rumahnya Nebeng Fuso

“Menurut pengakuan kedua tersangka, karena adanya dendam, korban sering sekali menghina dan menjelek-jelekan, tersangka dan keluarga. Keduanya juga mengaku tidak menyesal telah membunuh korban, karena 10 tahun sudah menahan dendam dari ejekan korban dan hinaan serta suka memfitnah,” ungkapnya.

”Untuk kedua tersangka, kita kenakan pasal berlapis yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Undang Darurat tentang kepemilikan senjata api ilegal dangan ancaman hukuman mati atau 20 penjara,” jelas Widhi.(prm)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here