BerandaSumsel SehatHipertensi Bisa Dicegah dengan Perbaikan Gaya Hidup

Hipertensi Bisa Dicegah dengan Perbaikan Gaya Hidup

284
Ilustrasi : Freepik

Sumsel24.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang.

Tekanan darah yang terus meningkat dalam jangka panjang akan menyebabkan terbentuknya kerak (plak) yang dapat mempersempit pembuluh darah koroner.

Padahal pembuluh darah koroner merupakan jalur oksigen dan nutrisi (energi) bagi jantung. Akibatnya, pasokan zat-zat penting (esensial) bagi kehidupan sel-sel jantung jadi terganggu.

Penderita tekanan darah tinggi berisiko dua kali lipat menderita penyakit jantung koroner.

Tingginya prevalensi hipertensi disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa 95,5% masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah.

Kemudian 33,5% masyarakat kurang aktivitas fisik, 29,3% masyarakat usia produktif merokok setiap hari, 31% mengalami obesitas sentral serta 21,8% terjadi obesitas pada dewasa.

Baca Juga :  Pentingnya Menjaga Kesehatan di Era Pandemi dengan Vaksinasi dan GERMAS

Walau kesadaran untuk menjaga gaya hidup sehat makin meningkat di generasi ini, tetapi banyak yang melupakan pentingnya pemeriksaan kesehatan (medical check up) sesederhana mengukur tekanan darah.

Perubahan gaya hidup harus dilakukan sedini mungkin sebagai investasi kesehatan masa depan.

Pengendalian faktor risiko juga harus dilakukan sedini mungkin.

Masyarakat, terutama generasi harus memiliki kesadaran kesehatan agar tahu kondisi badannya, dan semakin mudah diobati sehingga tidak terlambat.

Apalagi di era Society 5.0 ini terdapat banyak sekali aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengecek Kesehatan umum, banyaknya aktifitas fisik harian, diet plan, virtual sport, health reminder, konsultasi dokter umum taupun spesialis, dan lain sebagainya tanpa harus ke rumah sakit.

Deteksi dini tetap diperlukan, untuk orang sehat merasa dirinya tidak memiliki keluhan, belum tentu tetap sehat, dianjurkan untuk melakukan skrining minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

Baca Juga :  Ancaman Hipertensi pada Masyarakat 5.0

Indonesia adalah salah satu negara dengan angka konsumsi garam yang cukup tinggi, yaitu sekitar 15 gram per hari, padahal kuantitas yang dianjurkan hanya 5-6 gram per hari (2000 mg natrium) atau setara dengan 1 sendok the per hari untuk orang dewasa konsumsi garam harian maksimal selain itu penyebab hipertensi yang umum pada dewasa muda adalah kebiasaan merokok.

Rokok yang memiki kandungan nikotin dapat menstimulasi katekolamin yang menyebabkan peningkatan denyut jantung, vaokontriksi, dan iritabilitas miokardial.

Penyebab lainnya adalah stress, dimana stress memiliki pengaruh pada saraf simpatis yang aktifitasnya menjadi lebih tinggi dan akan meningkatkan tekanan darah secara intermitten.

Hipertensi dapat dicegah dengan menghindari factor resiko di atas dan perbaikan gaya hidup.(*)

Penulis : dr. hafsha Rizki Yuliani M.Kes
Editor : Aldyo Wijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here