BerandaHukum dan KriminalHadir di Kejagung, Alex Noerdin Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya

Hadir di Kejagung, Alex Noerdin Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya

911
Alex Noerdin menjalani pemeriksaan di Kejagung RI.

Sumsel24.com Palembang – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Gubernur Sumsel periode 2008-2018, Alex Noerdin terkait dugaan kasus korupsi Masjid Sriwijaya Palembang.

Diketahui, Alex yang sebelumnya dijadwalkan untuk diperiksa di Kejati Sumsel, akhirnya diperiksa hari ini di Kejaksaan Agung sebagai saksi.

“Iya, tadi beliau (Alex Noedin) diperiksa sebagai saksi di Kejagung RI, terkait kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya, ” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, ketika dikonfirmasi Sumsel24.com, Senin (3/5/2021).

Diperiksanya Alex Noerdin, sambung dia, dikarenakan saat itu yang bersangkutan merupakan Gubernur Sumsel aktif yang memberikan dana hibah untuk pembangunan Masjid Sriwijaya.

“Dalam pemeriksaan tersebut saksi diperiksa oleh tiga Jaksa Penyidik dari Kejati Sumsel. Pada pemberian dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya beliau masih menjabat sebagai Gubernur Sumsel” bebernya.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung dua jam itu, kata dia, ada puluhan pertanyaan yang disampaikan penyidik Kejati Sumsel.

“Sekitar 25 pertanyaan yang diajukan Jaksa Penyidik Kejati Sumsel kepada saksi tersebut,” terangnya.

Selain memeriksa Alex Noerdin, Kejati Sumsel beberapa waktu lalu juga telah menyita beberapa asset milik tersangka Eddy Hermanto yang saat itu menjabat selaku Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Baca Juga :  Halau Gajah Ngamuk, Babinsa Air Sugihan Meninggal Dunia Terinjak Gajah

Penyitaan aset dilakukan, lanjutnya, sebagai jaminan jika dikemudian hari tersangka terbukti melakukan perbuatan merugikan negara dalam perkara tersebut, maka aset berupa mobil dan Ruko yang disita inilah yang nantinya akan menjadi pemenuhan pengembalian kerugian negara.

“Ya pada Jumat (23/4) lalu penyidik juga telah menyita beberapa aset milik tersangka EH, yakni dua unit mobil dan tujuh Ruko. Semua aset yang disita ini terkait dugaan kasus korupsi dana hibah pada pembangunan Masjid Sriwijaya,” jelasnya.

Sebelumnya, Alex Noerdin sempat berhalangan hadir dalam agenda pemeriksaannya sebagai saksi di Kejati Sumsel.

“Saksi yang bersangkutan berhalangan hadir memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai saksi karena sedang ada kegiatan,” kata Khaidirman, Senin (5/4/2021).

Menurutnya, pada awal 2021 Kejati Sumsel memulai penyelidikan setelah adanya laporan dugaan kerugian negara. Hingga saat ini, penyidik Kejati Sumsel telah memeriksa 36 saksi atas kasus dugaan korupsi pembangunan tersebut.

Baca Juga :  Bandar Narkoba di OKI Disergap BNN, Sabu asal Batam Disita

“Dari 36 saksi yang sudah diperiksa, sebanyak empat orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik beberapa waktu lalu,” katanya.

Khaidirman mengatakan para tersangka itu yakni Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Eddy Hermanto, Ketua Panitia Divisi Lelang Syarifudin, Project Manager PT Yodya Karya sebagai kontraktor Yudi Arminto. Kemudian ada Kerjasama Operasional (KSO) PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya Dwi Kridayani.

“Penahanan tersebut dilakukan selama 20 hari, kalau untuk tersangka laki-laki ditahan di Rutan kelas 1 Pakjo. Sedangkan tersangka perempuan (Dwi Kridayani) di Lapas Perempuan yang berada di Jalan Merdeka,” katanya.

Penyidikan Kejaksaan Tinggi Sumsel bermula dari mangkraknya pembangunan masjid. Pembangunan Masjid Sriwijaya dilakukan oleh Yayasan Wakaf Sriwijaya dengan menggunakan dana hibah pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp 130 miliar.

Namun, bangunan fisik masjid itu diduga tidak sesuai dengan anggaran proyek tersebut.

“Namun dilihat dari fisik bangunan tersebut tidak sesuai dengan dana yang telah keluarkan sehingga pihak Kejati Sumsel melakukan penyelidikan,” ungkapnya. (prm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here