Beranda Hukum dan Kriminal Diduga Anaknya Dipaksa Polisi Akui Kesalahan, Ibu-ibu Ini Datangi Propam Polda Sumsel...

Diduga Anaknya Dipaksa Polisi Akui Kesalahan, Ibu-ibu Ini Datangi Propam Polda Sumsel Minta Keadilan

513
Ibu-ibu dari diduga korban tersangka yang dipaksa pengakuan dengan kekerasan, Senin (22/11/2021).

Sumsel24.com Palembang – Mendatangi Propam Polda Sumsel, Tiga ibu berharap keadilan atas penangkapan anak mereka yang ditahan diduga korban penangkapan anggota Sat Reskrim Polrestabes Palembang, Senin (22/11/2021).

Hal ini diungkapkan Ningsih (47), ibu yang melaporkan penangkapan terhadap anaknya Sendy (20) ke Propam Polda Sumsel mengatakan, dirinya sangat meyakini anaknya tidak ikut dalam aksi pengeroyokan tersebut.

“Jelas-jelas anak saya ada di rumah waktu pengeroyokan itu terjadi. Tapi kok, malah anak saya yang dijemput polisi,” katanya saat ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (22/11/2021).

Menurut Ningsi, saat kejadian pengeroyokan yang menimpa Tivan Simanjuntak (33) di Jalan Gotong Royong 3, Sukamaju, Sako Palembang pada Minggu (3/10/2021) lalu. Anaknya ada dirumah pukul 02.00 WIB.

“Anak saya berada di rumah mulai dari pukul 02.00 WIB sampai pagi hari, sedangkan pengeroyokan tejadi sekira pukul 04.30 WIB,” jelas Ningsi

Ningsi meyakinkan lantaran aliran PDAM dikawasan tempat tinggalnya yang biasa terjadwal saat tengah malam hingga subuh.

“Sedangkan anak saya lagi tidur karena besok harus bekerja,”jelasnya lagi.

Baca Juga :  Resmob Polrestabes Palembang Tangkap Penodong di Atas Jembatan Ampera

Berjarak tiga hari kemudian, anggota Polrestabes Palembang mendatangi kediaman masing-masing dari lima pemuda terduga pelaku pengeroyokan tersebut.

Dugaan tindak kekerasan yang dialami kelima pemuda tersebut, diketahui pihak keluarga melalui posting akun tiktok salah satu anggota yang ikut melakukan penangkapan.

Akan tetapi rekaman video itu saat ini sudah dihapus oleh pemilik akun.

Namun, pihak keluarga sempat mengambil video yang pernah diviralkan itu.

“Dalam video itu, anak saya memang mengaku (ikut pengeroyokan). Tapi pengakuan itu dia sampaikan karena dipaksa. Anak saya dipukuli bahkan diancam akan ditembak kalau tidak mau mengaku. Namanya anak kisaran 18-20 tahun, pasti takut dapat ancaman seperti itu,” ucapnya.

Keadaan itu mereka lihat saat mengunjungi anak-anaknya di tahanan Polrestabes Palembang.

“Anak saya memar di mata. Terus ulu hatinya juga dipukul. Sakit hati saya melihat anak saya yang tidak bersalah, tapi justru dapat perlakuan seperti itu,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Santi (38) ibu Ridho agustian (19), pemuda yang ikut ditangkap dalam peristiwa tersebut mengatakan, pihak keluarga juga membuat laporan ke Propam Polda Sumsel.

Baca Juga :  Gasak Truk Karet, Dua Bajing Loncat di Gandus Palembang Ditembak Polisi

Akan tetapi mereka seakan merasa mendapat respon yang kurang baik dari petugas.

“Sampai sekarang tidak ada respon. Bahkan kami merasa seperti diabaikan. Tidak tahu lagi, setelah ini kami akan melapor kemana demi membela anak-anak kami,” ungkap.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Santi sangat berharap ada keadilan bagi anak-anak mereka.

“Kebebasan anak kami sudah terenggut. Kami ingin keadilan. Anak-anak kami tidak bersalah, kenapa harus dapat perlakuan seperti itu,”ujarnya.

Diketahui, kelima pemuda yang ditangkap Sat Reskrim Polrestabes Palembang tersebut adalah Sendy Setiawan (20), Rido Agustian (19), Purnama (20), Revan (19) dan Farhan (18).

Sementara, saat dikonfirmasi Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto MH, melalui Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan Sik,MH menjelaskan terkait kejadian ini belum ada laporan dan akan mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.

“Belum ada laporan, kami akan cari tahu dulu, terkait kejadian ini,” tegasnya.(kml)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here