Beranda Berita Dalam Sebulan, Terjadi 3 Kali Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Sumsel

Dalam Sebulan, Terjadi 3 Kali Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Sumsel

430
Asap bekas ledakan sumur minyak ilegal di Muba, Sumsel. (Dok. Istimewa)

Sumsel24.com Palembang – Tiga lubang sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, meledak. Peristiwa ini, ternyata yang ketiga kalinya dalam 1 bulan terakhir, dimana pada kejadian sebelumnya sempat menewaskan 3 orang di lokasi kejadian.

“Iya, sudah tiga kali (kebakaran) September-Oktober ini, di TKP yang sama, saat itu ada korban yang meninggal dunia,” kata Kapolres Muba AKBP Alamsyah Peluppesy, kepada Sumsel24, Selasa (12/10/2021).

Ledakan pertama terjadi pada (9/10) lalu tiga warga meninggal dunia, kejadian kedua (5/10) dan terakhir kemarin sore, (11/10). Menurutnya, dalam insiden yang merenggut korban jiwa itu, seorang pemilik lahan bernama Rozali sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Baca Juga :  97 Persen Ruang Isolasi di 48 RS se- Sumsel Sudah Terisi Pasien Positif Covid-19

“Iya benar. Pemiliknya juga sudah lama kita tangkap, kita tetapkan tersangka, kita tahan,” katanya.

Dia khawatir, pasca kejadian yang sempat menewaskan nyawa beberapa orang petugas pengeboran di sumur minyak ilegal itu. Dimana, Senin (11/10) kemarin sore terulang lagi dengan kondisi ada semburan gas.

“Kan pernah ada korban jiwa di sana. Kalau Pertamina tidak cepat bertindak, kejadian seperti itu bisa saja terulang lagi dan tentu membahayakan keselamatan warga sekitar,” katanya.

Alamsyah berharap, kerjasama dari Pertamina, untuk segera bertindak terhadap sumur-sumur ilegal yang sudah dilakukan penutupan tersebut. Dia juga khawatir terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) apabila ini tidak segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Gelora Sumsel Sebar Ribuan Masker

“Kan sudah tiga kali, mangkanya Pertamina harus segera turun tangan, jangan diam-diam saja. Mereka harus fokus, masa harus terulang terus kebakaran. Kalau itu terjadinya di hutan tentu bisa merusak lingkungan atau kebakaran lahan, lebih bahaya lagi kan,” katanya.

“Kita khawatir semburan gas yang terus keluar dari galian tersebut nantinya mengandung gas beracun pula, kan membahayakan warga sekitar. Memang sekarang apinya sudah mulai mengecil tapi tetap harus ditutup atau dikelola oleh yang ahlinya,” jelas Alamsyah.(prm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here