Beranda Palembang Emas Darussalam Cegah Edaran Produk Berbahaya, BBPOM Sidak Apotek

Cegah Edaran Produk Berbahaya, BBPOM Sidak Apotek

72
Foto : Diskominfo Palembang

Sumsel24.com Palembang – Demi melindungi masyarakat dari barang-barang yang berpotensi merugikan, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, bersama wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda lakukan sidak dadakan terhadap 2 apotek acak, secara acak yang dilakukan sejak Kamis (04/11/21).

“Saya sengaja bersama BBPOM dan dinas terkait melakukan kegiatan sidak dadakan di beberapa apotek di Jalan MP Mangkunegara,” ujar Fitrianti.

Pemeriksaan yang diadakan secara tiba-tiba itu menunjukan hasil yang agak memprihatinkan, pasalnya masih ditemukan obat-obatan, makanan, serta kosmetik yang sudah kadaluwarsa, tidak berizin, ataupun memiliki klaim berlebihan.

Barang-barang berbahaya diatas yang mestinya dihancurkan masih dijual secara bebas di apotek-apotek, inilah yang BBPOM berusaha cegah, jelas Kepala Bidang Pemeriksaan BBPOM Palembang Aquirina Leonora.

Baca Juga :  Walikota Palembang Sholat dan Serahkan Sapi Limosin di Masjid Agung

“ini menjadi tantangan sendiri bagi kami para pengawas untuk lebih mengintensifkan kegiatan pengawasan dengan bertujuan melindungi kesehatan masyarakat di wilayah kota Palembang ,”

Leonora menjelaskan bahwa produk yang beredar di apotek harus memiliki izin resmi dari BBPOM dan Kementrian Kesehatan agar teruji Khasiat dan keamanannya.

Apotek dan produsen yang mengedarkan barang tak layak, atau tidak berizin akan diberikan teguran, bila ditemukan melakukan lagi akan diberikan teguran yang lebih keras, dan bila 3 kali melakukan pelanggaran maka akan diproses secara hukum, tegas kepala bidang pemeriksaan BBPOM ini.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan kota Palembang dr. Fenty Aprina, M.Kes mengatakan bahwa Sumber daya manusia yang dipekerjakan apotek juga patut diawasi kembali.

Baca Juga :  Posko Gugus Tugas Palembang Terima Bantuan Beras dari Jeep Palembang Nian

Ditemukan di salah satu apotek yang disidak tadi seorang penjaga apotek yang tidak memiliki pengetahuan serta sertifikasi yang memadai untuk menjamin kualitas barang yang diedarkan.

“Seperti yang tadi itu, dia bukan asisten apoteker sehingga dia tidak paham bahwa obat-obat yang dijual di Apotek itu harus memiliki izin edar,” katanya Jumat (5/10).

Pemerintah kota, Dinas Kesehatan, serta BBPOM terus menghimbau apotek dan produsen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan dan melengkapi izin yang diperlukan.

Rakyat juga harus selalu cermat dan waspada, ingat Cek KLIK: Cek Kemasan, Cek label, Cek Izin edar, Dan Cek Kadaluwarsa.(ril)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here