Beranda Headline BPI Minta Kejati Usut Dugaan Korupsi di KONI Sumsel dan KONI Kota...

BPI Minta Kejati Usut Dugaan Korupsi di KONI Sumsel dan KONI Kota Palembang

132
BPI KPNPA RI DPD Palembang saat demo di Kejati Sumsel. Foto Dhenny

Sumsel24.com Palembang – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) DPD Palembang menggelar aksi demo di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Senin (18/10/2021) pagi.

Kedatangan mereka menuntut Kejati Sumsel agar mengusut tuntas dugaan korupsi yang ada di KONI Palembang dari tahun 2014 – 2020 dan KONI Sumsel tahun 2019, 2020 dan 2021.

“Karena diduga adanya beberapa kegiatan penyimpangan KKN yang berpotensi merugikan keuangan negara,” kata Korlap Feriyandi saat diwawancarai di seusai aksi.

Dia menambahkan BPI KPNPA RI meminta Kejati Sumsel untuk menyelidiki laporan yang diberikan pihaknya untuk mengungkap indikasi adanya korupsi di KONI Palembang maupun KONI Sumsel.

Baca Juga :  Usai Buron, 1 Tahanan Kabur di Polsek Sukarami Tewas Ditembak Petugas

“Kita bakal mendukung Kejati Sumsel dalam hal pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme di Sumsel,” ujarnya.

Sementara, Kasi Ekonomi dan Keuangan Bagian Intelijen, Chandra mengatakan bahwa berkas yang diserahkan oleh BPI KPNPA RI DPD Palembang sudah diterima oleh pihaknya.

“Berkas sudah kita terima dan akan kita tindaklanjuti dengan membuat tim dan untuk mengusut tuntas kasus ini kita akan memerlukan waktu sehingga kita harapkan semua pihak dapat bersabar dan kita pastikan berkas itu akan kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

Koni Sumsel Akan Bentuk Tim Hukum

Baca Juga :  Gubernur Herman Deru Terima Piagam Penghargaan dan Plakat Capaian WTP Lima Kali Berturut-Turut 

Menanggapi aksi demo yang digelar tersebut, Sekretaris KONI Sumsel sekaligus Mantan Ketua KONI Kota Palembang akan membentuk tim Hukum, untuk mengkaji tuntutan pendemo.

“Itu hak mereka dalam demokrasi, tapi menyikapi hal itu kita membentuk tim hukum dan mengkaji permasalahan itu dan jika ada unsur fitnah tentunya kita akan membawa hal ini ke jalur hukum juga,” jelasnya melalui sambungan telepon seluler.

Ditempat berbeda, saat dihubungi via telepon Ketua KONI Kota Palembang Anton Nurdin mengatakan, bahwa pihaknya tidak mengetahui masalah itu.

“Itu kejadiannya bukan di masa saya menjabat sehingga kami tidak bisa berkomentar terlalu jauh mengenai hal itu,” pungkasnya. (dnp)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here