Beranda Berita Bocah SD di Musi Rawas Terbujur Kaku di RS, Diduga Dikeroyok di...

Bocah SD di Musi Rawas Terbujur Kaku di RS, Diduga Dikeroyok di Sekolah

334
Polisi cek kondisi korban yang masih terbujur kaku di rumah sakit. (Foto. Prima)

Sumsel24.com Palembang –  Bocah 12 tahun inisial AF di Musi Rawas, Sumatera Selatan hanya bisa terbujur kaku di rumah sakit. Dia mengalami patah leher dan putus beberapa saraf usai dianiaya temannya ketika proses belajar mengajar di sekolah.

“Iya benar, saat ini korban masih terbujur kaku di rumah sakit akibat patah leher dan saraf yang dia alami. Informasi korban akan menjalani operasi,” kata Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Alex Andrian dikonfirmasi Sumsel24, Kamis (14/10/2021).

Siswa kelas V, SD Negeri Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Musi Rawas, itu menjadi korban penganiayaan oleh temannya pada Senin (11/10) di sekolah SD Negeri di Lubuk Ngim. Hingga hari ini, Kamis (14/10), dia masih terbujur kaku diduga akibat dikeroyok tiga orang kakak kelasnya, dan satu lagi adik kelasnya.

“Korban dan pelaku awalnya cuma berkelahi. Saat berkelahi korban jatuh dan lehernya terbentur lantai hingga mengakibatkan cedera berat tersebut,” katanya.

Saat ini, kata Alex, pihaknya terus menyelidiki penyebab kejadian itu, termasuk mengambil keterangan orang tua korban, pelaku, guru serta kepala sekolah SD tersebut.

Baca Juga :  Damkar di Empat Lawang Diprank Sosok Misterius, Polisi Buru Pelaku

“Kita terus selidiki, semua kita panggil mulai dari orang tua pelaku dan korban juga guru dan kepala sekolahnya,” terangnya.

Ibu AF, Novikawati (41), menjelaskan saat kejadian itu, dirinya sedang bekerja menyadap karet di kebun. Kemudian ayahnya (kakek korban) datang ke kebun menyuruhnya segara pulang.

“Bapak ku ngomong, pulang lah dulu, anak mu dikeroyok orang di sekolah,” kata Novi.

Novi yang kaget, langsung bergegas pulang, lalu dia mengecek ke sekolah. Namun, ternyata korban sudah dibawa ke Puskesmas terdekat.

“Aku langsung ke puskesmas, melihat anak saya sudah dalam keadaan tidak sadar dan memakai alat bantu oksigen,” ungkapnya.

Karena khawatir, dengan dibantu pihak sekolah langsung dibawa ke RSUD Dr Sobirin di Kota Lubuklinggau. Setelah beberapa waktu mendapatkan perawatan, anaknya kemudian dipindahkan ke ruang ICU. Dia juga mengaku belum mengetahui pasti kronologis kejadian. Sebab dia masih fokus mengurus perawatan anaknya.

Baca Juga :  Wakil Waikota Ajak BBPOM Periksa Makanan Di Kantin Sekolah

“Kondisinya ya ginilah, setengah koma, belum bisa komunikasi. Kalau ditanya, dia hanya buka mata sebentar habis itu tutup mata lagi. Saya belum nanya ke guru maupun ke siapa soal kejadiannya,” katanya.

Novi menyebut, dari informasi yang dia terima anaknya itu dikeroyok 4 anak. Tiga adalah kakak kelasnya, anak kelas VI, satu lagi adik kelas korban.

“Informasi yang aku dapat anak aku dikurung di dalam kelas. Kemudian dikeroyok. Ada yang pegang tangan ada yang mencekik leher ada juga yang memukul. Harapan kami minta sembuh saja,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Irwan Efendy mengaku sudah menerima laporan terkait insiden dugaan penganiayaan yang menimpa siswa SD Lubuk Ngin tersebut. Namun dia belum bisa menjelaskan langkah yang akan di ambil pihak Disdik dalam kasus ini.

“Iya, kami sudah menerima laporan soal itu. Aku belum terpikirkan, kami masih rapat,” singkat Irwan dikonfirmasi terpisah.(prm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here