Beranda Headline BEM Unsri: Korban Mahasiswi Diduga Dilecehkan Bertambah Dua Orang

BEM Unsri: Korban Mahasiswi Diduga Dilecehkan Bertambah Dua Orang

194
Ilustrasi

Sumsel24.com Palembang – BEM KM Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang menceritakan kabar terbaru kasus mahasiswi diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh dosen pembimbing. Merasa permintaan audiensinya seperti dipermainkan pihak rektorat kampus, BEM KM Unsri bergerak dan mengungkap ada dua korban baru.

“Iya, ada dua korban baru yang mengadu ke BEM Unsri,” tegas Ketua BEM KM Unsri, Dwiky Sandy kepada Sumsel24, Kamis (18/11/2021).

Terkait hal itu, Dwiky mengajak semua mahasiswa Unsri untuk mengawal kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Menurutnya, ini dilakukan demi menjaga nama baik kampus.

“Kami bersama korban mengajak, seluruh KM Universitas Sriwijaya untuk mengawal kasus tindak pelecehan seksual yang ada di kampus kita tercinta. Demi menjaga nama baik kampus, ari berantas segala tindak pelecehan seksual dengan asas keadilan bagi korban,” ungkapnya.

Dwiky pun mengungkapkan banyak hambatan ketika meminta kejelasan dari pihak kampus. Menurutnya, pihak kampus seakan tidak serius dalam menuntaskan kasus dugaan pelecehan seksual yang dapat mempermalukan nama baik kampus tersebut.

“Setelah dilakukanya BAP yang ke-2, Korban kembali menemui dekan, dan dekannya berkata ‘kasusnya sudah selesai dan korban dibolehkan mudik, nanti akan diinformasikan terkait hasilnya’. Kemudian, kami mencoba melakukan audiensi yang ke-2, namun sampai hari ini (18/11) surat audiensi tersebut layaknya bola ping pong.

“Surat audiensi tersebut dari Rektor, WR1, WR2 sampai di serahkan ke WR 3, dan WR 3 pun pernah berkata bahwa kampus sedang disibukkan agenda vaksin dan kegiatan yang lainnya. Dan sampai hari ini, belum ada kejelasan terkait hasil dan transparansi dari proses penyelesaian kasus pelecehan seksual di universitas Sriwijaya,” beber Dwiky.

Baca Juga :  Dua Hari Lagi Pihak Kepolisian Akan Menindak, Anggota Masyarakat Yang Tidak Meggunakan Masker dan Yang Berkumpul

BEM KM UNSRI yang tidak menerima begitu saja atas perlakuan yang kurang baik dari pihak rektorat juga sudah melayangkan surat audiensi yang ke 3, menyurati rektorat dan dekanat.

“Surat audiensi ketiga juga sudah sampaikan ke rektorat. dan dekanat terkait transparansi dan risalah penyelesaian kasus. BEM KM UNSRI sudah menerima surat kuasa dari korban-korban, secara hukum hemat kami BEM KM UNSRI mempunyai hak untuk mengetahui dan mengakses segala jenis informasi terkait penyelesaian dugaan kasus ini,” katanya

Dwiky menyesalkan dimana kasus yang sudah viral beredar pada September 2021 lalu itu belum menemui titik terang. Namun, baru-baru ini Unsri kembali dihebohkan atas adanya isu dugaan kasus pelecehan seksual dari fakultas yang berbeda dan korban bisa lebih dari satu orang.

“Pada Tanggal 6 November 2021, kami menerima laporan kembali dugaan kasus pelecehan seksual dari fakultas yang berbeda. Setelah melakukan observasi dan kajian mendalam, kami juga menilai jika dugaan kasus baru ini sudah sangat serius, karena korban disinyalir ada beberapa orang. Dan 16 November kemarin kami sudah layangkan lagi surat terkait dugaan pelecehan ini ke rektorat,” terang Dwiki.

Baca Juga :  Tim BPPD Sisir Reklame Kejar Target Capaian PAD

Sebelumnya, BEM KM Unsri telah berusaha mengadvokasi atas dugaan kasus pelecehan seksual di yang terjadi di kampus tersebut. Namun diduga pihak rektorat kurang transparan menanggapinya.

“BEM KM Unsri tengah mengadvokasi kasus yang kemarin ramai, hanya saja kita terkendala pada kurangnya transparansi pihak kampus ke pada mahasiswa,” kata Presiden BEM KM Unsri, Dwiky Sandi, kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).

Mahasiswi itu bercerita dia mendatangi dosen pembimbingnya untuk berkonsultasi mengenai skripsinya. Peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu (25/9).

“Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (25/9) lalu. Pada saat itu, saya mendatangi dosen berinisial A tersebut. Di mana di saat bersamaan, saya sudah memastikan jika dosen tersebut ada di kampus dari adik tingkat saya,” tulis mahasiswi itu dalam postingan tersebut.

Mahasiswi tersebut mengaku menemui dosen tanpa janji dan bertemu di ruang kerja dosen tersebut. Si mahasiswi menyebut dosen A sedang sendirian di kantor tersebut. Dia mengaku sempat terlibat obrolan mengenai skripsi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsri, Iwan Stia Budi, mengatakan pihaknya telah mendapat informasi tersebut. Dia mengaku pihaknya masih menelusuri kebenaran dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Berita ini masih sangat abstrak. Jadi Unsri perlu menelusuri lebih lanjut kebenaran info ini,” jelas Iwan.(prm)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here