BerandaSumsel SehatAncaman Hipertensi pada Masyarakat 5.0

Ancaman Hipertensi pada Masyarakat 5.0

301
Ilustrasi : Freepik

Sumsel24.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang.

Tekanan darah yang terus meningkat dalam jangka panjang akan menyebabkan terbentuknya kerak (plak) yang dapat mempersempit pembuluh darah koroner.

Padahal pembuluh darah koroner merupakan jalur oksigen dan nutrisi (energi) bagi jantung. Akibatnya, pasokan zat-zat penting (esensial) bagi kehidupan sel-sel jantung jadi terganggu.

Penderita tekanan darah tinggi berisiko dua kali lipat menderita penyakit jantung koroner.

keyakinan yang dimiliki masyarakat tentang sakit kepala merupakan gejala hipertensi adalah tidak benar, karena hipertensi adalah silent killer yang tidak mempunyai gejala khusus yang menandakan bahwa pasien tersebut terkena hipertensi.

Baca Juga :  Hipertensi Bisa Dicegah dengan Perbaikan Gaya Hidup

Pada umumnya Hipertensi tidak disertai dengan gejala atau keluhan tertentu.

Keluhan tidak spesifik pada penderita Hipertensi adalah:

  • Sakit kepala, pusing
  • Rasa sakit di dada
  • Gelisah
  • Penglihatan kabur
  • Mudah lelah
  • Jantung berdebar-debar

Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan menyebutkan sebelum pandemi, Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit katastropik dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Hal ini mengakibatkan hilangnya hari produktif bagi penderita dan pendamping.

Penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa saat ini peningkatan tren PTM diikuti oleh pergeseran pola penyakit, jika dulu, penyakit jenis ini biasanya dialami oleh kelompok lanjut usia, maka kini mulai mengancam kelompok usia produktif.

Baca Juga :  Pentingnya 'Kelola Stress' dan 'Social Distancing' di Era Pandemi

Dampak perkembangan teknologi sangat mempengaruhi perilaku Masyarakat khususnya pada kegiatan e-commerce.

Perkembangan teknologi dimulai dengan Revolusi Industri 1.0 hingga Revolusi Industri 4.0 yang terintegrasi pada era society 5.0 dimana masyarakat dapat menikmati kemudahan hidup melalui pemanfaatan teknologi praktis.

Transaksi Elektronik atau e-commerce adalah kegiatan yang paling dekat dengan gaya hidup masyarakat milenial, yaitu transaksi jual-beli yang dilakukan dengan menggunakan media elektronik.

Hal ini lebih disoroti karena memberikan kecenderungan untuk mengarah pada gaya hidup tidak sehat, obesitas, menyebabkan kurangnya aktivitas fisik hingga ditakutkan akan menjadi sebuah kebiasaan buruk.

Penulis : dr. hafsha Rizki Yuliani M.Kes
Editor : Aldyo Wijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here